...::Manusia dapat dihancurkan, manusia dapat dimatikan, tetapi manusia tidak dapat dikalahkan selama manusia itu masih setia pada dirinya sendiri::...

Login citos

RUTE DOMESTIK

RUTE INTERNATIONAL

Kata siapa merayakan Maulud Nabi Kafir ??

on Tuesday, March 10, 2009


Perayaan Maulud Nabi menjadi perdebatan yang sangat panjang oleh beberapa ulama ataupun golongan yang mengklaim bahwasanya perayaan tersebut merupakan kegiatan yang mengada- ngada ataupun perbuatan yang tidak ada dalam al- qur'an dan hadist bahkan yang lebih tragisnya ada sebagian golongan yang mengklaim bahwasanya merayakan hari kelahiran Nabi merupakan kekafiran ataupun bid'ah, sangat ironis sekali seandainya merayakan maulud Nabi di anggap Kafir.Sebenarnya banyak sekali hikmah yang dapat kita ambil dari sebuah perayaan Maulud Nabi tersebut, di samping kita dapat mengingat kembali perjalanan nabi semasa masih hidup, perayaan tersebut juga merupakan rasa penghormatan dan kecintaan kita kepada beliau, sehingga kita dapat mengambil pelajaran untuk di terapkan dalam kehidupan sehari- hari kita.Selain itu, peringatan Maulud Nabi merupakan salah satu proses untuk meningkatkan kadar keislaman dan keimanan kita kepada Allah SWT.
 

ان الله ؤملئكته يصلوان على النبي يايهاالذين امنوا صلوا ءليه وسلموا تسليما
“Sesungguhnya Allah dan Malaikat- malaikatNya, bersholawat untuk Nabi. Hai orang- orang yang beriman,bersolawatlah kamu untuk Nabi, dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”(33:56)

Hadist Nabi:
إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق
“Sesungguhnya saya di utus untuk menyempurnakan Ahlaq”(H.R: Ahmad)
Imam muslim meriwayatkan Abu qata'dah berkata bahwa Nabi SAW. pernah di tanya mengenai puasa hari senin, Beliau bersabda,"Itu adalah hari di mana aku dilahirkan." dalil ini jelas menunjukan pentingnya memperingati kelahiran Nabi SAW.dengan bentuk peribadatan.Anugerah paling besar yang Allah SWT. berikan kepada umat ini adalah Lahirnya Nabi Muhammad SAW. yang telah di utus kepada umat manusia untuk menyempurnakan ahlaq manusia.Untuk itu, kita bekumpul dalam rangka memperingati Maulud nabi untuk mengenang dan mengingat kembali serta meneladani anugerah Allah SWT. yang berupa pengiriman nabi tersebut sebagai utusan, dengan senantiasa kita selalu memanjatkan shalawat kepadanya.Perintah Allah SWT. untuk melakukan ini tidak hentinya dinyatakan, sebagaimana Firman Allah SWT :

قل بفضل الله وبرحمته فبذ لك فليفرحوا هو خيرمما يجعون

“Katakanlah,” Dengan Karunia Allah SWT. Dan Rahmat-Nya, hendaklah dengan dengan itu mereka bergembira.Karunia Allah dan Rahmat-Nya itu adalah lebih baik daripada apa yang mereka Kumpulkan.” (QS:Yunus:58)
Sudah menjadi sebuah kewajiban bagi kita semua, khususnya umat Islam untuk selalu berusaha mencintai,menghormati,meneladani dan menjunjung tinggi Nabi Muhammad Saw. Karena dengan mencintai Nabi, berarti kita sudah mencintai Allah. Dan cinta kepada Nabi bisa diaplikasikan (di terapkan) dengan berbagai cara diantaranya dengan merayakan hari kelahiranya. Maka, tradisi Maulidan juga bisa diartikan sebagai ungkapan rasa cinta kita kepada Nabi Saw.

Dalam buku seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah, Michael H. Hart menempatkan Nabi Muhammad Saw sebagai sosok tokoh pertama yang dia angkat. Dia juga mengatakan dibaris pertama dalam buku tersebut "Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar Seratus Tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi."

Begitu tingginya kedudukan Nabi sehingga seorang yang non muslim pun kagum atas kesuksesan Nabi yang mampu menjadi pemimpin yang tangguh, tulen, dan efektif sekaligus pembawa risalah terakhir dan agama yang terbesar saat ini, namun tidak sedikit juga yang justru menilai Nabi hanyalah insan biasa yang tidak perlu diagung-agungkan seperti yang dilakukan orang-orang muslim saat ini. Malah sebaliknya, beberapa orang melecehkan Nabi dengan berbagai cara diantaranya seperti yang dilakukan oleh orang-orang Denmark dengan membuat karikatur Nabi Muhammad Saw yang bertujuan tak lain ialah untuk melecehkan Nabi.

Koran El Faqr, 30 Oktober 2005, pada hari itu terbit dengan Enam dari kedua belas karikatur, surat kabar yang terbit diMesir ini secara terang-terangan memuat karikatur-karikatur Nabi Muhammad. Reaksi masyarakat khususnya umat Islam saat itu sudah bisa ditebak, amarah untuk pembuat karikatur tersebut datang dari berbagai Negara, khususnya yang pendunduknya mayoritas Muslim.

Meskipun Jyllands-Posten mengatakan penerbitan gambar-gambar ini ditujukan untuk menunjukkan bahwa kebebasan berbicara berlaku bagi siapapun, sebagian orang (baik Muslim dan non-Muslim) menganggap gambar-gambar tersebut adalah penghinaan terhadap Islam dan menunjukan Islam-fobia di Denmark.

Sebagai akibat atas karikatur tersebut, dua kartunis telah menerima ancaman pembunuhan sehingga mereka terpaksa bersembunyi. Menteri luar negeri dari sebelas negara Islam mendesak pemerintah Denmark untuk menindak surat kabar yang menerbitkan karikatur di atas dan juga meminta maaf. Perdana Menteri Denmark, Anders Fogh Rasmussen berkata, "Pemerintah Denmark tidak akan meminta maaf karena pemerintah tidak mengontrol media atau surat kabar; itu adalah pelanggaran dari kebebasan berbicara," namun Rasmussen juga berkata bahwa ia "sangat menghormati penganut agama. Tentu saja saya tak akan pernah memilih untuk menggambarkan simbol keagamaan dengan cara tersebut."

Sudah sewajarnya bagi umat Islam untuk marah, mengecam, atau bahkan mengutuk mereka yang dengan sengaja menghina Nabi. Bahkan semua itu sudah menjadi kewajiban umat Islam untuk membela Nabi Muhammad, sang idola bagi kita semua. Pembelaan yang dilakukan oleh umat Islam terhadap Nabi tidaklah berlebih-lebihan, karena para ulama pun sepakat untuk membunuh orang yang menghina Nabi.

Seperti dinukil K.H Hasyim bahwa Al Qodhi 'Iyad dalam As syifa' memaparkan bahwa orang yang menghina, mencemooh Nabi, halal baginya untuk dibunuh. Al qodhi menambahkan bahwa para ulama sepakat untuk membunuh siapapun yang mencela, mencemooh Nabi apapun bentuk celaan tersebut.
Selanjutnya ia memperkuat dengan hadist yang diriwayatkan oleh Abi Barzah r.a, beliau berkata " pada suatu hari aku bersama Abu bakar r.a, saat itu dia (Abu bakar) marah pada seorang laki-laki yang juga muslim, kemudian datanglah seorang laki-laki mencoba untuk mencegah amarah beliau, maka aku pun berkata pada Abu bakar, wahai Kholifah rosul biarkan saya memukul lehernya (membunuhnya), abu bakar menjawab: duduklah (biarkanlah), tidak boleh membunuh seseorang kecuali karena rosul(karena menghina rosul atapun menyakitinya).

Demikian juga Imam Asy-Syaukani mengemukakan beberapa hadist tentang hukuman bagi penghina Rasulullah Saw, didalam hadist-hadist tersebut dinyatakan bahwa seseorang yang dengan jelas menghina Nabi, maka wajib dibunuh.[4] Dalam al iqna' Ibn al munzir juga mengatakan hukuman bagi orang yang merendahkan rasul, ia memaparkan beberapa pendapat fuqaha', seperti Imam malik, al lays bin sa'ad, Imam Syafi'I dan beberapa ulama yang lain. Mereka mengatakan hal yang sama, yaitu wajibnya membunuh siapapun yang menghina Rasul.

Shahabat Ali r.a juga meriwayatkan hadist yang terdapat dalam Sunan Abi dawud, ia berkata " "Sesungguhnya pernah ada seorang wanita Yahudi yang sering mencela dan menjelek-jelekan Nabi Saw,oleh karena perbuatannya itu,perempuan itu lalu dicekik sampai mati oleh seorang laki-laki. Dan ternyata Rasulullah menghalalkan darahnya.
Dari paparan beberapa hadist dan juga pendapat para ulama dimuka, maka sebenarnya umat Islam sudah saatnya untuk semakin menumbuhkan rasa cinta kepada rasul. Kalau ada seorang muslim yang masih berani untuk menghina ataupun merendahkan Nabi, menurut Al qodhi maka dalam hatinya orang tersebut masih ada penyakit yang harus dihilangkan, atapun belum dianggap sebagai seorang muslim yang benar-benar Muslim.
Ancaman bagi orang yang menghina Rasul pun secara eksplisit juga terdapat dalam Al Quran, " Sesungguhya orang-orang yang menyakiti Allah dan rasulNya. Allah akan melaknatnya didunia dan diakhirat, dan menyediakan baginya siksaan yang menyedihkan"
Sebaliknya, berarti menjadi sebuah kewajiban bagi semua orang khususnya umat Islam untuk selalu berusaha mencintai,menghormati, menjunjung tinggi Nabi Saw. Karena dengan mencintai Nabi, berarti kita sudah mencintai Allah. Dan cinta kepada Nabi bisa diaplikasikan dengan berbagai cara diantaranya dengan merayakan hari kelahiranya. Maka, tradisi Maulidan juga bisa diartikan sebgai ungkapan rasa cinta kita kepada Nabi Saw.

Memang tidak ada hadist nabi yang menyatakan tentang fadilah-fadilah tentang keutamaan merayakan Maulidan. itu pasti, karena seperti dikemukakan diatas bahwa maulid dimulai baru abad ketiga. tetapi setidaknya ada beberapa perkataan ulama, maupun kisah-kisah yang bisa dijadikan tolak ukur keutamaan merayakan tradisi ini.

Sebagai contohnya, seperti yang diceritakan oleh Nafi' Al jauhari al Khofi As Syafii, bahwa dulu, di Mesir ada seorang laki-laki yang selalu merayakan maulid Nabi setiap tahun, dia menghabiskan uang yang tak terhitung banyaknya. Kebetulan disamping rumahnya ada seorang suami istri yang beragama yahudi. Pada suatu saat, istrinya yahudi tadi berkata kepada suaminya: mengapa sich tetangga kita itu selalu mengeluarkan uang yang banyak sekali pada bulan ini (rabi'ul awwal) setiap tahunnya?, suaminya menjawab: tetangga kita itu menganggap bahwa Nabinya (Muhammad Saw) dilahirkan pada bulan ini, maka dia menghabiskan uang yang sangat banyak sekali itu sebagai rasa bahagia dan tabarukan (mengharapkan barakah) darinya. Istrinya kemudian menimpali : seandainya nabi yang dia anggung-agungkan itu benar, maka saya berharap dapat memimpikannya nanti malam. Ketika malam tiba dan perempuan yahudi tadi tidur, maka didalam mimpinya dia melihat seorang laki-laki yang dikelilingi oleh cahaya yang sangat terang benderang. Kemudian laki-laki tersebut masuk kedalam rumah tetangganya tersebut dan disebelahnya dikawal oleh beberapa laki-laki yang semuanya menghormatinya . Perempuan yahudi tadi bertanya kepada salah satu laki-laki yang menjadi pengawalnya saat itu: siapa laki-laki ini, kok dikelilingi oleh cahaya yang begitu terangnya? Laki-laki tadi menjawab: Ia adalah Muhammad, seorang nabi yang diutus untuk umat akhir zaman, dan dia datang untuk ziarah atas kebahagiaan laki-laki ini kepadanya. Wanita yahudi tadi kemudian bertanya lagi; apakah jika saya bertanya kepadanya (Muhammad) ia akan menjawabnya? Shahabat tadi berkata: Demi allah Muhammad bukanlah seorang yang sombong, maka wanita tadi memanggilnya " Wahai Muhammad, Nabipun menjawabnya: labaik-labaik (saya penuhi panggilanmu), wanita tersebut kemudian berkata lagi: wahai kekasihku, wahai muhammad, pantaskah anda memenuhi panggilanku padahal aku bukanlah dalam golonganmu (agamamu)? Nabi pun dengan penuh ketawadu'an menjawabnya : Demi zat yang mengutusku, saya tidak memenuhi panggilanmu, kecuali karena saya sudah tahu bahwa Allah telah melapangkan dirimu kedalam agamaku. Wanita tersebut dengan penuh antusias berkata lagi: Demi Allah, sungguh kamu adalah seorang nabi yang mulia, dan sungguh kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung, sungguh merugilah orang yang tidak mengikutimu. Kemudian wanita yang tadinya yahudi tersebut, mengucapkan kalimah syahadah , dan berjanji untuk mensodaqohkan semua hartanya untuk merayakan maulidan ketika bangun nanti, sebagai rasa bahagia dan syukur atas mimpi bertemu dengan Nabi.

Dipagi harinya, dia terkejut sekaligus heran ketika melihat suaminya sudah mempersiapkan berbagai makanan untuk acara Maulidan, karena penasaran dengan yang dia lakukan maka kemudian istri tadi bertanya : gerangan apa yang membuat kamu wahai suamiku sampai kamu melakukan semua ini, dan siapakah dia orangnya? Dengan senyumnya yang melebar iapun menjawab sambil bersyiir, هو سيد الكونين سيد هاشم ….,ternyata suaminya tadi juga melihat rasul dalam mimpinya, dan iapun bertanya sama rasul: Ya Rasulallah, apa pahalanya bagi orang yang merayakan maulid, Nabi dengan nada rendah mengatakan" barang siapa yang berbahagia karena aku, maka aku juga akan menggembirakannya."

Cerita itu menggambarkan bahwa sekalipun orang kafir, jika mau gembira saja atas hadirnya Nabi didunia ini, apalagi sampai mengorbankan sedikit dari hartanya dengan tujuan untuk meramaikan hari kelahiran Nabi. Maka Allah pun akan mencintainya melebihi cintanya kepada orang tersebut kepada Nabi.
Al khafidz Syamsuddin Ibn al jazari, salah satu ulama yang mumpuni dalam bidang hadist pada masa itu mengatakan dalam kitabnya "'Arf Ta'rif bi al maulid As Syarif" sungguh benar, sebenarnya Abu Lahab dikorting dari azab neraka setiap malam senin, dikarenakan memerdekakan tsaubah sebab dia (tsaubah) memberi kabar atas kelahiran Rasul kepada Abu Lahab. Jika orang kafir seperti Abu Lahab, yang dengan eksplisit (terang- terangan) Allah Swt. mencela dalam al quran dan menjanjikan akan dimasukkan kedalam Neraka sebab bahagia karena kelahiran Nabi.Maka bisa dibayangkan keadaan seorang muslim yang selalu bahagia pada hari kelahirannya. Bahkan Al Hafidz syamsuddin Ad dimasqi menjadikannya Syiir yang berbunyi,

إذا كان هذا كافرا جاء ذمه بتبت يداه فى الجحيم مخلدا
يخفف عنه للسرور بأحمدا أتى أنه فى يوم الإثنين دائم ا
فما الظن باالعبد الذى كان عمره بأحمدا مسرورا ومات موحا

Semoga dengan paparan singkat ini, kita sebagai umat Nabi yang selalu merayakan tradisi maulid semakin yakin bahwa tradisi yang selama ini kita lakukan mempunyai dalil-dalil yang dapat dipertanggung jawabkan. Dan yang kurang berkenan dengan tradisi ini tidak gampang untuk menbid'ahkan atau bahkan mengharamkannya. Semoga….! Wallahu 'alam Bisshawab


وبالله التوفيق و الهدايه والرضى والعنايه
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

NB: Thank's to Mr.Mujab sudah membantu......

0 comments: