...::Manusia dapat dihancurkan, manusia dapat dimatikan, tetapi manusia tidak dapat dikalahkan selama manusia itu masih setia pada dirinya sendiri::...

Login citos

RUTE DOMESTIK

RUTE INTERNATIONAL

Khilafah Islamiyyah relevankah di indonesia?

on Wednesday, March 11, 2009


Sejarah menempati peran sangat signifikan dalam upaya untuk mengetahui apa saja yang terjadi di masa lampau, setidaknya dapat menjadi i'tibar bagi kita khusunya generasi belakang untuk mengetahui apa saja yang di lakukan para pendahulu kita sebelumnya untuk menjadi bahan pertimbangan hidup supaya lebih baik lagi tentunya.dalam hal ini sejarah dapat kita artikan menjadi dua pengertian.pertama pengetahuan tentang kejadian- kejadian,peristiwa- peristiwa dan keadaan- keadaan manusia di masa lampau yang tentu saja memiliki benang merah dengan masa kini.semua eposide yang terjadi pada masa kini di catat atau di dokumentasikan. Namun, begitu waktu terlewati dan tergantikan dengan episode- episode yang tentunya akan menjadi sebuah sejarah baru bagi kehidupan mendatang maka peristiwa tersebut akan ikut larut dalam masa lalu dan menjadi bagian dari sejarah masa lalu.

Dalam pengertian di atas sejarah merupakan pengetahuan tentang serangkaian lakon yang bersifat individual atau juga komunal, tapi bukan merupakan pengetahuan tentang hukum- hukum alam atau penelitian pada saat itu yang bersifat ilmiah atau teoritis yang di buktikan dengan observasi sebelumnya. Namun hanya sebatas riwayat dan tradisi- tradisi saat itu yang sering kali bersifat subyektif dan irrasional, sangat memungkinkan adanya tambahan- tambahan muatan lokal di dalamnya yang bersifat fiktif dan apologetik dalam penerapannya.Misalnya, kisah "Malin kundang jadi batu", "Gunung Tangkuban perahu","Jendral Sudirman pahlawan revolusi","R.A Kartini" dll. Dalam pengertian sejarah seperti hal ini bisa juga di sebut sejarah tradisional.
Kedua, Sejarah merupakan pengetahuan yang terjadi pada masa lampau yang memiliki benang merah pada masa kini yang berisikan hukum- hukum yang tampak menguasai masa lampau dan di peroleh melalui penyelidikan serta observasi, s ehingga sampai saat ini masih dapat kita rasakan pembuktiannya dengan cara observasi yang selektif dan eksperimentasi serta analisa yang memakai muatan ilmiah dan rasional, lebih lanjut lagi dapat dilihat dari pembuktian yang nyata pada masa kekinian, sehingga dapat di rasakan manfaat untuk generasi berikutnya.Misalnya, "Thomas A. Edison menemukan tenaga listrik", " James Watt menemukan mesin uap" dan "Albert Einstein menciptakan teori tentang relativitas", meskipun penmuan- penemuan mereka sudah terjadi pada masa yang sangat lampau, tetapi masih berkaitan dengan penemuan- penemuan berikutnya yang dapat di buktikan sampai saat ini, Sehingga sampai detik ini masih bisa kita rasakan manfaat serta kegunaannya dalam kehidupan sehari- hari.Dalam disiplin kesejarahan, penemuan- penemuan masa lalu tersebut juga masuk dalam bagian sejarah yang di sebut sejarah Ilmiah.

Kaitannya dengan pengertian sejarah di atas, di mulai dari penekanan Muhammad sebagai Rosul, pewahyuan al- qur'an, ketika berhasil memimpin Negara madinah semasa beliau hidup, menjadi fenomena yang sangat menggaung hingga saat ini terutama di tanah air, lebih- lebih oleh kelompok yang pro khilafah islamiyah yang di anggap akan dapat menuntaskan segala permasalahan dan krisis multidimensi yang terjadi di tanah air saat ini.tak acap terbentuk gerakan gerakan islam yang mengarah pada gerakan yang Radikal, guna tercapainya tujuan utama yaitu melengserkan NKRI menjadi Khilafah islamiyyah seperti halnya pada masa Muhammad SAW. dan para Sahabat,yang mana pada saat itu islam mencapai kejayaan yang sangat signifikan dari berbagai aspek.Dalam kesejarahan Islam, kekuasaan di mulai dari Khilafah rosulillah (662-632),khilafah al- khulafa'a al- Rasyidun (632- 661),khalifah al- Umayyah (661- 750), Khilafah al- abasiyyah (750- 1258), Khilafah al-Mamluk (1261-1520), dan berakhir pada Khalifah al- Usmaniyyah (1520-1924)(nEGARA TUHAN,SR-INS TEAM,A. MAFTUH ABEGEBRIEL,A. YANI ABEVEIRO HAL 71).

Setelah Muahammad wafat 632 M, Umat islam berbeda pandangan mengenai konsef imamah atau kepemimpinan,sehingga muncul perpecahan di antara kaum muslimin pada saat itu hingga sampai sekarang mengenai konsef tersebut, sesuai dengan kepentingan masing- masing (kepentingan politik dsb.) namun masih dalam ruang lingkup islam yang menanggapi konsep imamah dengan berbagai versi (Abu hasan al- asya'ri,Maqalat al- Islamiyyah,ttp:tt,vol. 1,hal 2).Sebelum Muhammad SAW. Di makamkan,segera kaum anshar mengadakan Rapat akbar di saqifah bani sa'idah (saqifah bani sa'idah adalah sebuah balai yang berfungsi sebagai majelis konsultasi yang di paki berkumpul para pendahulu suku khazraj al- zamakhsyari tafsir al-kasysyaf,kairo :Maktabah al- Tijariyyah, 1354 H,Vol. 3, hal. 407.) untuk membicarakan suksesi kepemimpinan, disamping kaum anshar banyak juga kelompok lain yang merasa resah mengenai siapakah yang nantinya akan menggantikan tongkat kepemimpinan setelah Muhammad SAW. wafat.Ibn Hisyam meriwayatkan; ketika Ali bin Abi thalib keluar dari kamar Rasulullah yang sedang sakit parah,banyak masyarakat sekitar yang menanyakan kepada beliau mengenai kondisi kesehatan Muhammad SAW, "Wahai Abu Hasan Bagaimana kondisi rasulullah SAW? Ali menjawabnya, "Rasulullah dalam keadaan tenang". Ini menandakan bahwa Rasulullah sudah kembali ke pangkuan Allah SWT.Kemudian Abbas mengajak ali dengan menggandeng tangannya dan mengajak menemui rasulullah.Jika tonggak kepemimpinan jatuh ke tangan keluarga kita,maka, kita semua akan mengetahui itu, dan apabila tonggak kepemimpinan jatuh kepada selain kita, maka kita akan memberikan tausiyyah supaya tidak ada kesalahfahaman atas ini, lebih- lebih kelompok- kelompok yang fanatik terhadap kita.Maka Ali segera menjawab komentarnya seraya berkata,"Demi allah. saya tidak akan melakukannya...! Jika Rasulullah melarang kita untuk meneruskan kepemimpinannya,niscaya tak ada seorangpun seteleh beliau yang akan memberikannya kepada kita.(IBN. hisyam, al- sirah nabawiyyah, Kairo: Maktabah al- Tijariyyah,tt,Vol. 4, Hal. 232- 233.).Dari sini kita bisa melihat bahwa betapa resahnya kaum muslimin pada sepeninggalnya Muhammad SAW.mengenai kepada siapa tonggak kepemimpinan akan berlabuh......Bersambung...

.

0 comments: